Materi Pokok Menjadi Pembaca Efektif KD 3.16 Bahasa Indonesia Kelas VII SMP

Materi Pokok Menjadi Pembaca Efektif

KD 3.16 Bahasa Indonesia Kelas VII SMP




1.      Menelaah Unsur Buku dan Membuat Komentar

A.    Unsur-unsur buku fiksi dan nonfiksi yang dapat dikomentari

Unsur buku nonfiksi yang dapat dikomentari

1)      Bagian cover buku

2)      Rincian subbab buku

3)      Judul subbab

4)      Isi buku

5)      Cara menyajikan isi buku

6)      Bahasa yang digunakan

7)      Sistematika

 

Unsur buku fiksi

1)      Bagian cover buku

2)      Rincian subbab buku

3)      Judul subbab

4)      Tokoh dan penokohan

5)      Tema cerita

6)      Bahasa yang digunakan

7)      Penyajian alur cerita

B.     Pertanyaan pemandu untuk mengomentar

    Mengomentari isi buku sebenarnya adalah bagian dari kegiatan membuat resensi buku yang akan dipelajari di kelas yang lebih tinggi. Hal yang dinilai adalah segi kelebihan dan kekurangan buku. Hal-hal yang bisa dikomentari pada buku fiksi dan nonfiksi dipaparkan berikut.

Buku Nonfiksi 

Langkah untuk dapat menilai buku nonfiksi adalah dengan membaca buku yang akan dinilai. Saat membaca, jawablah pertanyaan berikut:

  • Apa judul dan tema buku?
  • Apa bidang ilmu yang dibahas dalam buku?
  • Apa garis besar isi buku? Apa isi tiap buku?
  • Apakah buku ditunjang oleh gambar/foto, ilustrasi, tabel, grafik? Apakah cukup membantu memperjelas?
  • Bagaimana penulis merinci menjadi subbab buku? Apakah sistematika muda diikuti?
  • Bagaimana penulis membuka dan mengakhiri tulisannya?

Buku Fiksi

Langkah untuk dapat menilai buku fiksi adalah dengan membaca buku yang akan dinilai. Saat membaca, jawablah pertanyaan berikut:

  • Bagaimana judul dan tema dikembangkan? Apakah ada keunikan?
  • Bagaimana pengarang mengembangkan latar cerita?
  • Bagaimana pengarang mengembangkan tokoh dan watak tokoh?
  • Bagaimana pilihan kata yang digunakan pengarang?
  • Apakah kalimat-kalimatnya memiliki keunikan dan kekuatan untuk membangun cerita?
  • Tokoh mana yang paling kamu suka dan mengapa?

 

2.      Mengamati Contoh Komentar Terhadap Buku Fiksi dan Nonfiksi

Amati contoh komentar berikut!

Membuat contoh pujian terhadap buku

  • Buku ini wujud kepedulian penulis untuk mempromosikan keindahan alam Indonesia
  • Membaca buku ini seakan berpetualang ke seluruh wilayah Indonesia yang indah
  • Buku ini menangkap dengan indahnya pandangan penulisnya tentang prinsip
  • Ini adalah buku yang mengagumkan yang dapat mengubah hidup anda
  • Kita akan menjadi lebih baik dengan menjadikan pembacaan dan pemanfaatan buku ini sebagai syarat untuk siapa saja pada tingkat mana pun dalam pelayanan masyarakat
  • Penulis memberikan suatu filosofi… campuran sempurna dari kebijaksanaan, perasaan haru, dan pengalaman praktis
  •  Ia menulis dengan penuh wawasan dan ia peduli kepada manusia
  • Sukses dapat dipelajari dan buku ini adalah cara yang sangat efektif untuk mempelajarinya

 

Mengomentari Kekurangan Buku Fiksi dan Nonfiksi

“Sedikit kelemahan buku ini adalah penggunaan istilah-istilah local yang cukup banyak sehingga mengganggu pemahaman pembaca yang belum memahami daerah tersebut”

Ada sedikit ketidaklogisan cara pengarang memunculkan tokoh”

Jika ingin membuat penilaian secara khusus adalah dengan memperhatikan aspek tertentu. Penilaian mencakup hal yang bagus dan yang kurang bagus. Misalnya: 

 

 

ISI

 

Buku ini menginformasikan banyak hal tentang… yang bermanfaat bagi… Isinya cukup padat dan lengkap.penjelasan buku tentang …sangat memadai. Bagi yang menyukai bidang… buku ini layak dikoleksi. Contoh yang dikemukakan dalam buku memperjelas pemahaman kita akan…Tema yang diangkat sangat menarik namun tidak disertai dengan penjelasan yang cukup. Informasi tentang…seharusnya diuraikan lebih rinci. Secara keseluruhan buku ini hanya menginformasikan hal yang telah diketahui umum.

 

Bahasa

 

Kalimat ini digunakan sederhana dan menggunakan gaya popular. Buku ini juga mudah dipahami bagi orang yang bukan dari bidang… Istilah khusus yang digunakan dijelaskan dengan ungkapan bahasa sehari-hari. Penulis menggunakan kalimat kompleks yang tidak mudah dipahami Pembaca awam akan kesulitan memahami isi buku karena banyak menggunakan istilah teknis tanpa disertai penjelasan.

 

 

Tampilan Fisik

 

Contoh, gambar, dan ilustrasi menyempurnakan pemahaman pembaca akan isi buku. Warna yang dipilih terkesan ramai dan mengganggu. Ilustrasi kartunnya menarik dan menyegarkan. Meski tebal, membaca buku ini tidak membosankan karena ilustrasinya kaya.

 

 Bacalah contoh komentar berikut!

Judul buku          : Karena Buku Senikmat Susu

Pengarang            : Elly Damaiwati

 

Contoh 1

Dari judulnya saja buku ini sudah mengundang selera untuk membaca. Pemberian judul “Karena Buku Senikmat Susu” benar-benar unik. Penulis ingin menunjukkan bahwa kegiatan membaca bisa setara dengan kenikmatan minum susu. Buku ini ditulis dengan sistematika yang runtut sehingga mudah dipahami. Contoh-contoh melakukan penumbukan minat baca dituliskan secara rinci sehingga pembaca bisa dengan mudah melakukan dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa yang digunakan sangat segar sehingga dari awal sampai akhir tidak bosan untuk dibaca.

 

Contoh 2

Membaca buku ini senikmat minum susu persis seperti judulnyaa. Masalah minat baca yang sangat teknis dikemas dalam bentuk cerita tentang seorang anak yang bernama Alif. Cerita tentang anak yang sangat gandrung membaca di awal buku ini menjadikan pembaca tertarik begitu memulai membaca. Penulis ingin menunjukkan bahwa kegiatan membaca bisa dibina sejak kecil dengan cara-cara yang mudah dan mengasyikkan. Bahasa yang digunakan dalam buku ini komunikatif. Buku ini memberikan contoh-contoh yang cukup banyak sehingga sangat praktis bagi orang yang akan memupuk minat baca anak-anaknya. Dari awal sampai akhir tidak bosan untuk membacanya. 

 

Contoh komentar dengan disertai ringkasan

Buku                     : Anak Rembulan (Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari)

Penulis                   : Djokolelono

Penerbit                 : Mizan (Mizan Fantasi)

Cetakan                 : I, Agustus 2011

Tebal                     : 350 halaman ISBN 978-979-433-637-3

Tokoh utama Nono, digambarkan sesuai stareotipe novel Djokolsselono, yang saya temukan sejak novel Getaran (Balai Pustaka, mungkin?) tahun jabot lah), yaitu sosok smart boy, tipikal juara kelas, atau ketua kelas, kebanggaan ortu, dan memiliki kemandirian yang mengalahkan even mahasiswa jaman sekarang. Nggak percaya? Well, for starter, Nono yang kelas 5 SD sudah dibolehkan dan mampu naik kereta api sendirian pulang kampung. Dan kemampuan karatenya cukup mumpuni untuk melawan empat preman kelas standar, bahkan bisa mengajari seorang kesatria di era time-travernya.

Kalo nggak gitu, bukan bukunya Djokolelono, hehehe!

Kemampuan yang berlebihan ini, memang cukup standar di masa-masa 70-an. Selain level kemandirian seorang anak di masa lalu memang lebih tinggi daripada anak-anak sekarang yang terbiasa hidup enak, tahun 70-an adalah juga masa di mana kebudayaan menerima konsep: anything is possible. Manusia bisa mendarat di bulan. Superhero membanjir di benak kultur pop, negara-negara juragan baru bermunculan, seiring minyak menjadi komoditi utama yang menjanjikan kemakmuran, keberlimpahan. Masa-masa optimis, tak heran konsep bocah jagoan bisa diterima.     

Untuk zaman sekarang, memang agak kurang realistis. Apalagi trend 90-an ke sini, di tengah depresi ekonomi dunia dan ancaman “kiamat kian dekat”, sosok protagonist banyak muncul dalam konsep anti-hero. Dialog-dialog antartokoh juga menarik, apalagi dialog Ratna dan Janus yang sangat alami. Beberappa dialog kecil mengundang tawa lucu dari pembaca.

Kelemahan novel ini adalah alur cerita yang kurang banyak dipahami oleh pembaca. Hal ini terlihat dari subbab “Kisah dari Gang Kumuh” yang menceritakan cerita kecil masa lalu tentang Ratna dan Janus. Dari sana akan timbul pertanyaan bagi pembaca apakah maksud dari subbab tersebut.

Melihat dari judul, Tenun Biru, bukanlah menggambarkan isi novel ini. Judul ini membuat rasa ingin tahu pembaca menjadi muncul, apalagi membaca subjudul, seperti tidak nyambung dengan judul utama. Dari sekian banyak cerita dalam novel ini, sajian cerita yang dipaparkan sangatlah menarik, mengundang tawa, sedih, haru, bahagia, dan rasa romantic menjadi satu. Novel ini dapat dibaca dan menjadi motivasi bagi seluruh kalangan dan usia terutama yang kurang mencintai Indonesia dan haus akan ragam budaya dari berbagai pelosok negeri.

 

Contoh komentar Novel

Nataga, Levo, Goros, Lamia, Sikka, dan Mora, enam komodo yang disebut Enam Sang Naga Beo (Kekuatan Pelindung) telah lahir dengan keistimewaan yang tidak dimiliki komodo-komodo lain. Sudah menjadi takdir mereka untuk membebaskan Pulau Tana Modo atau Pulau Komodo yang dikuasai raja serigala dan siluman iblis selama berpuluh-puluh tahun.

Enam Sang Naga Beo yang dipimpin Nataga melawan angkara murka dan kekuatan jahat dengan bantuan Laura si Ratu Semut, Tuga Si Raja Belalang, Reffa Si Ratu Ular, Maron Si Raja Monyet, Girfina Si Dewi Kabut, dan seluruh binatang hutan. Di bawah kabut tebal dan pekat, serta lolongan serigala dalam kabut, kita berkelana mengarungi negeri yang bernama Pulau Komodo dan kerajaan siluman iblis, dengan imajinasi yang menawan.

Para pembaca muda dapat belajar tentang kesetiaan: arti sebuah keluarga, teman, dan sahabat; menghargai hal kecil; tidak meremehkan siapa pun; kesombongan dan keangkuhan yang membuat kehancuran. Seluruh binatang di hutan seperti komodo, monyet, semut, rayap, tikus, kerbau, babi hutan, rusa, ikan-ikan di laut, dan lebah bersatu dengan keberanian, keharuan, kelucuan, dan dahsyatnya pertempuran melawan serigala dan siluman iblis.

Saatnya anak-anak Indonesia mempunyai buku dongeng tentang binatang dari negeri sendiri yang dikemas dalam fiksi menarik. Nataga The Liggle Dragon akan menjadikan anak Indonesia mengenal, belajar, dan bangga dengan keunikan komodo, yang hanya ada di Pulau Komodo, Flores - Indonesia.

Berikut bagan struktur komentar terhadap buku.

BUKU KUMPULAN DONGENG BULAN KUNING Kumpulan Dongeng Bobo Ke-23

PT Penerbit Sarana Bobo

48 Halaman

Data Buku

Bulan Kuning adalah buku Kumpulan Dongeng Bobo ke-23. Di dalamnya ada sekitar 20-an dongeng. Salah satu dongengnya yang menarik adalah “Sang Prabu dan si Petani”.

Info singkat ttg terbitan/edisi

“Sang Prabu dan si Petani” menceritakan tentang seorang raja yang tersesat di hutan. Terpisah dari seluruh punggawa yang mengawalnya. Raja berjalan sendiri dan sampailah di persawahan. Di situ Raja bertemu dengan seorang petani sederhana di gubugnya. Si Petani tidak mengenalnya sebagai rajanya.

Ringkasan cerita

Kisah ini tentu saja menjadi menarik. Pada awalnya Raja tidak berterus terang bahwa dia adalah raja. Dalam percakapan mereka, kita mengetahui betapa si petani yang sederhana itu bersi        kap selalu ramah dan baik hati kepada setiap tamu yang baru dikenalnya. Dia bukan sengaja bersikap ramah dan baik karena dia tahu sedang berhadapan dengan rajanya....

Tanggapan penulis ttg cerita

Meski dongeng ini pernah dimuat di majalah Bobo, tetapi masih menarik ketika dibaca. Apalagi kini dongeng-dongengnya diilustrasi dengan gambar-gambar indah penuh warna sehingga suasana dongengnya amat terasa.

Penilaian terhadap buku

(Iss/Tim Anak,)

Data Penulis

 

Membuat Komentar Isi Buku

Tugas

Buatlah komentar buku yang telah kamu baca pada unit sebelumnya dengan mengisi format berikut!

Format Umum

        Data Buku

        Judul:

        Penulis:

        Editor:

        Desainer layout:

        Desainer sampul:

        Penerbit:

        ISBN nomor:

        Tahun terbit:

        Gambar sampul:

        Jumlah halaman isi:

        Lebar:

        Tinggi:

Format Khusus Laporan Buku Fiksi

Tanggal Baca…………………………..

Latar & Alur

Di mana, kapan cerita terjadi? Apa yang terjadi (di awal, tengah, akhir)?

 

 

 

Tokoh/ Karakter

Siapa tokoh utama?

Siapa tokoh favoritmu, mengapa?

Siapa tokoh yang tidak kamu suka, mengapa?

 

 

 

Masalah dan Solusi

Konflik tentang apa dan bagaimana cerita diakhiri)?

 

 

 

Pendapatmu

Kamu suka buku ini?

Apa bagian favoritmu, mengapa?

 

 

 


 

LATIHAN

Materi Pembelajaran            : Menjadi Pembaca Efektif

Kelas                                     : VII

Hari/tanggal                           :

Nama Peserta Didik               :

 

1.      Carilah sebuah buku fiksi di mana saja. Baca dan pahami isi dari buku tersebut. Buatlah ulasan mengenai buku yang sudah kamu baca.

a.       Format Umum

 

Data Buku

        Judul    :

        Penulis    :

        Editor    :

        Desainer layout    :

        Desainer sampul    :

        Penerbit    :

        ISBN nomor    :

        Tahun terbit    :

        Gambar sampul    :

        Jumlah halaman isi     :

        Lebar    :

         Tinggi    :

 

 

 

b.      Format Laporan Buku Fiksi

 

Tanggal Baca…………………………..

Latar & Alur

Di mana, kapan cerita terjadi? Apa yang terjadi (di awal, tengah, akhir)?

 

 

 

 

Tokoh/ Karakter

Siapa tokoh utama?

Siapa tokoh favoritmu, mengapa?

Siapa tokoh yang tidak kamu suka, mengapa?

 

 

 

 

Masalah dan Solusi

Konflik tentang apa dan bagaimana cerita diakhiri)?

 

 

 

 

Pendapatmu

Kamu suka buku ini?

Apa bagian favoritmu, mengapa?