Materi Pokok Mengapresiasi dan Mengkreasikan Fabel
KD 3.11 Bahasa Indonesia Kelas VII SMP
Mengenali Ciri
Fabel
- Fabel mengambil tokoh para binatang
- Watak tokoh para binatang digambarkan ada yang baik dan ada yang buruk (seperti watak manusia)
- Tokoh para binatang bisa berbicara seperti manusia
- Cerita memiliki rangkaian peristiwa yang menunjukkan kejadian sebab-akibat. Rangkaian sebab-akibat diurutkan dari awal sampai akhir
- Fabel menggunakan latar alam (hutan, sungai, kolam, dan lain-lain)
- Ciri bahasa yang digunakan (a) kalimat naratif/peristiwa, (b) kalimat langsung yang berupa dialog para tokoh, dan (c) menggunakan kata sehari-hari dalam situasi tidak formal (bahasa percakapan)
Unsur Intrrinsik Fabel
- Tokoh: orang/hewan yang menjadi pelaku dalam cerita (tokoh protagonis, atau antagonis, tokoh utama atau tokoh pembantu)
- Ciri tokoh utama adalah (1) sering dibicarakan; (2) sering muncul; dan (3) menjadi pusat cerita (menggerakkan jalan cerita). Tokoh pembantu adalah tokoh tambahan
- Penokohan: pemberian karakter pada tokoh. Karakter bisa bersifat protagonis/ yang disukai atau tokoh aantagoni/ yang tidak disukai.
- Watak tokoh dapat disimpulkan dari penggambaran fisik, penggambaran tindakan tokoh, dialog tokoh, monolog, atau komentar/narasi penulis terhadap tokoh.
- Setting atau latar adalah tempat dan waktu kejadian serta suasana dalam cerita. Ada tiga jenis latar, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial.
- Tema adalah gagasan yang mendasari cerita. Tema dapat ditemukan dari kalimat kunci yang diungkapkan tokoh, atau penyimpulan keseluruhan peristiwa sebab-akibat pada cerita
- Amanat adalah pesan yang disampaikan penilis secara tidak langsung. Amanat disimpulkan dari sikap penulis terhadap permasalahan yang diangkat pada cerita.
Fabel bertema kehidupan binatang. Biasanya, berlatar di hutan, sungai, atau alam bebas yang tidak dapat diubah menjadi latar rumah atau sekolah. Tokoh dalam fabel biasanya adalah hewan jinak dan hewan liar. Tokoh baik akan berakhir bahagia dan tokoh jahat berakhir sengsara atau mendapatkan akibat dari perbuatannya.
Konflik fabel sisebabkan olehpengkhianatan, kelicikan, penghinaan, kesombongan, persahabatan, perilaku buruk yang akhirnya diperbaiki, kecerdikan, keluarga, dan sebagainya. Konflik-konflik tersebut mengemban amanat berupa nilai-nilai moral dan karakter manusia yang baik. Latar fabel berupa alam (hutan, sungai, kolam, lembah, dan sebagainya).
Sebagai teks narasi fabel memiliki urutan-urutan kejadian yang menarik dan menginspirasi. Alur pada tabel umumnya alur maju (dari awal bergerak maju hingga terjadi akibat dari peristiwa ssebelumnya).
Dalam urutan beberapa kejadian atau peristiwa secara kronologi menggunakan konjungsi pengurutan: sesudah, sebelum, lalu, mula-mula, kemudian, selanjutnya, setelah itu, atau akhirnya.
Penggunaan konjungsi waktu bersamaan (sementara itu, seraya, sambil). Jenis fabel ada yang terdapat pesan eksplisit (ada koda) dan ada fabel yang pesan pengarang tidak dicantumkan secara eksplisit.
Mengidentifikasi Jenis Fabel
Dari segi paparan watak
tokohnya, fabel dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu jenis fabel alami dan
fabel adaptasi. Fabel alami dibuat berdasarkan kehidupan asli tokoh hewan yang
diceritakan, misalnya kisah semut yang diceritakan sedang mengumpulkan makanan untuk
persiapan musim dingin. Kisah tersebut diambil dari kenyataan bahwa semut
memang akan mengumpulkan makanan untuk menghadapi musim dingin yang panjang.
Fabel adaptasi merupakan fabel yang dibuat dengan variasi yang beragam dan
bergantung pada imajinasi pengarangnya. Misalnya kisah beberapa hewan atau
serangga yang bermacam-macam atau berbeda-beda saling bekerja sama. Unsur
kenyataan dalam jenis fabel ini tidak begitu dinampakkan, karena fokus
ceritanya untuk menghibur dan lebih dibuat menarik dengan ada banyaknya variasi
hewan yang bermacam-macam dalam satu cerita.
Fabel alami menggunakan
watak tokoh binatang seperti pada kondisi alam nyata. Misalnya, kura-kura
diberi watak lamban, singa buas dan ganas. Selain itu, fabel alami menggunakan
alam sebagai latar (hutan, sungai, kolam, dsb). Fabel adaptasi adalah fabel
yang memberikan watak tokoh dengan mengubah watak aslinya pada dunia nyata dan
menggunakan tempat-tempat lain sebagai latar (di rumah, di jalan raya).
Misalnya, landak yang pemalu berulang tahun di rumah makan.
Ditinjau dari kemunculan
pesan dibedakan fabel dengan koda dan tanpa koda. Fabel dengan koda berati
fabel dengan kemunculan secara eksplisit pesan pengarang di akhir cerita.
Sebaliknya, fabel tanpa koda tidak memberikan secara eksplisit pesan pengarang
di akhir cerita.
Mengidentifikasi Jenis Alur Fabel
Jenis fabel dengan koda
Alur fabel dimulai pengenalan, mulai munculnya masalah, masalah
memuncak, dan ditutup dengan pemecahan masalah dengan pesan-pesan eksplisit.
Jenis fabel tanpa koda
Alur fabel dimulai pengenalan, mulai munculnya masalah, masalah
memuncak, dan ditutup dengan pemecahan masalah dengan pesan-pesan eksplisit.
Bacalah teks
fabel berikut!
Semua
Istimewa
Ulu, seekor katak hijau, sedang berdiri di
pinggir kolam. Hari itu langit sangat gelap dan hari seperti itulah yang Ulu
sukai. Tidak lama kemudian, air mulai menetes perlahan-lahan dari angkasa.
“Hujan telah tiba!” Ulu berteriak dengan
girang. Ulu pun mulai bersenandung sambil melompat-lompat mengitari kolam. Ia melihat semut yang kecil
sedang berteduh di balik bunga matahari.
“Wahai semut, hujan telah tiba jangan
bersembunyi!” seru Ulu kepada semut yang sedang berusaha keras menghindari
tetesan air hujan.
Semut menghela nafas dan menatap Ulu
dalam-dalam. “Ulu, aku tidak suka dengan hujan. Kamu lihat betapa mungilnya
tubuhku? Air hujan akan menyeret dan menenggelamkanku ke kolam! Aku tidak bisa
berenang sepertimu, makanya aku berteduh,” sahut semut.
“Makanya semut, kau harus berlatih
berenang! Aku sejak berupa berudu sudah bisa berenang, masa kau tida bisa?
Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan
tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa,
Ulu melompat meninggalkan semut.
Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal.
Semut tidak dapat berenang karena ia berjalan.
Ulu kembali berser, “Hujan telah tiba!
Hujan telah tiba! Oh, hai Ikan! Aku sangat suka dengan hujan, bagaimana
denganmu?,” Ulu berhenti di pinggir kolam dan berbicara kepada ikan yang sedang
berenang di dalam kolam. Ikan mendongakkan kepalanya ke atas dan berbicara
kepada Ulu.
“Aku tidak dapat merasakan hujan Ulu.
Lihatlah, aku tinggal bersama air. Bagaimana caranya aku dapat menikmati hujan
seperti kamu Ulu?” ikan pun kembali berputar-putar di dalam kolam.
“Hah! Sedih sekali hidupmu ikan!
Seandainya kamu seperti aku, dapat hidup di dalam dua dunia, darat dan air,
mungkin kamu akan dapat merasakan kebahagiaan ini. Nikmati saja air kolammu sebab kamu tidak akan dapat pernah
merasakan rintikan hujan di badanmu!”
Apa yang Ulu katakan sangat menusuk hati
ikan. Ikan menatap ke atah tubuhnya yang bersisik, lalu menatap ke arah tubuh
licin Ulu. Ikan yang bersedih hati pun berenang meninggalkan Ulu ke sisi kolam
yang lain. Ulu pun kembali melompat-lompat di sekitar kolam dan kembali
bersenandung.
Saat Ulu tiba di bawah pohon, ia melihat
burung sedang bertengger di dahan pohon dan membersihkan bulunya. Ulu mengira
burung juga sama seperti semut dan ikan yang tidak dapat menikmati hujan.
“Hai burung, kenapa kau tidak mau keluar
dan menikmati hujan? Apakah kamu takut bulumu basah? Atau apakah kamu takut
tenggelam ke dalam kolam seperti semut? Ataukah memang kamu tidak bisa
menikmati indahnya hujan seperti ikan?” setelah berkata demikian, Ulu tertawa
kencang-kencang.
Burung menatap ke arah Ulu yang masih
tertawa,” Hai Ulu, apakah kau bisa naik kemari?”
Ulu kebingungan. “Apa maksudmu burung?”
“Apakah kau bisa memanjat naik kemari
Ulu?”
“Apakah yang kau maksud burung? Tentu saja
aku tidak bisa!” Ulu cemberut dan menatap ke arah dua kakinya. Ulu menyesal
punya kaki yang pendek sehingga tidak bisa terbang.
“Ulu, tidakkah kamu tahu bahwa Sang
Pencipta membuat kita dengan keunikan yang berbeda-beda? Aku tidak bisa
berenang sepertimu dan ikan, tetapi aku bisa terbang mengitari angkasa.” Burung
kembali berkata dengan bijak, “Itulah yang kumaksud Ulu, kita maisng-masing
memiliki kelebihan sendiri. Semut tidak bisa berenang seperti dirimu, tetapi ia
bisa menyusup ke tempat-tempat kecil yang tidak dapat kau lewati. Ikan tidak
dapat melompat-lompat sepertimu, tetapi ia bernapas di bawah air. Kamu tidak
seharusnya menghina mereka!”
Ulu mulai menyadari bahwa tindakannya
salah. Diam-diam Ulu berpikir bahwa tindakannya itu tidak benar. Ia seharusnya
tidak menyombongkan kelebihan dan menghina teman-temannya.
“Maafkan aku burung” ucap Ulu seraya
menatap sendu ke arah semut dan ikan yang sejak tadi memperhatikan pembicaraan
mereka. “Maafkan aku semut, ikan, selama ini aku telah menyinggung perasaanmu”
sejak saat itu, Ulu mulai menghargai teman-temannya dan mereka pun menyukainya
kembali
Bacalah cerita
fabel tersebut di atas. Kemudian kerjakan latihan untuk menambah pemahaman dan
pengetahuan tentang fabel.
LATIHAN
Lembar
Kerja Peserta Didik (LKPD)
Materi Pembelajaran :
Mengapresiasi dan Mengkreasikan Fabel
Kelas : VII
Hari/tanggal :
Nama
Peserta Didik :
1. 1. Carilah contoh fabel kemudian rangkum cerita fabel yang didapat secara singkat dengan bahasa sendiri dan daftarlah rangkaian peristiwa yang terdapat pada cerita fabel tersebut!
Ringkasan Isi Fabel
|
|
|
Peristiwa |
Rincian Peristiwa |
|
Peristiwa 1 |
|
|
Peristiwa 2 |
|
|
Peristiwa 3 |
|
|
Peristiwa 4 |
|
|
Peristiwa 5 |
|
2. 2. Tulislah
hasil simpulanmu tentang ciri fabel pada tabel di bawah ini!
|
Unsur Fabel |
Ciri yang Ditemukan |
|
Tema |
|
|
Latar |
|
|
Tokoh |
|
|
Watak tokoh |
|
|
Konflik |
|
|
Amanat |
|
|
Cara penceritaan |
|
|
Tujuan komunikasi fabel |
|
|
Alur/cerita peristiwa |
|
|
Pesan |
|
3. 3.
Bacalah teks
cerita fabel yang berjudul “Semua Istimewa” tersebut di atas. Kemudian
tentukkan watak tokohnya!
|
Nama
Tokoh |
Watak
Tokoh |
Bukti
pada Teks |
|
Ulu |
|
|
|
Ikan |
|
|
|
Semut |
|
|
|
Burung |
|
|
4. 4.
Urutkan
kejadian yang dialami oleh Ulu di atas dalam tabel berikut!
|
Awalnya... |
|
Tiba-tiba... |
|
Lalu.... |
|
Selanjutnya... |
|
Kemudian... |
|
Akhirnya... |