Materi Pokok Mewarisi Nilai Luhur dan Mengkreasikan Puisi Rakyat KD 3.10 Bahasa Indonesia Kelas VII SMP

Materi Pokok Mewarisi Nilai Luhur dan Mengkreasikan Puisi Rakyat

KD 3.10 Bahasa Indonesia Kelas VII SMP




1.  Menelaah Struktur Pantun

Bacalah pantun berikut!

      Ambillah kapas menjadi benang

      Ambillah benang menjadi kain

      Kalau kamu ingin dikenang

      Berbuat baiklah dengan orang lain

 

Contoh telaah

“Struktur penyajian pantun dua larik sampiran dan dua larik isi pantun. Dua larik pertama merupakan pengantar untuk masuk pada isi larik 3 dan 4. Makna/isi pada larik 1 dan 2 dengan larik 3 dan 4 tidak berhubungan. Ditinjau dari jenis kalimat yang dugunakan, pantun larik 1 dan larik 2 menggunakan kalimat perintah. Larik 1 dan larik 2 merupakan kalimat berdiri sendiri. Larik 3 dan 4 merupakan kalimat saran dengan pola hubungan syarat (kalau), pada larik 3 dan 4 merupakan hasil. Larik 3 dan 4 merupakan satu kalimat majemuk.”

 

2.  Menelaah Struktur dan Bahasa Gurindam

Bacalah gurindam berikut!


Apabila kelakuan baik berbudi

Hidup menjadi indah tak akan merugi

 

Dengan orang tua jangan pernah melawan

Kalau tidak mau hidup berantakan

 

Jagalah hati jagalah lisan

Agar kau tidak hidup dalam penyesalan

 

Sayangilah orang tua dengan sepenuh hati

Itulah cara menunjukan bakti

 

Belajarlah jangan ditunda-tunda

Karena kamu tidak akan kembali muda

 

Jika kamu terus menunda

Hilanglah sudah kesempatan berharga

 

Masa lalu biarlah berlalu

Masa depan teruslah kau pacu


Lestarikan alam kita

Sebelum alam menjadi murka


Belajarlah demi masa depan

Untuk mencapai semua harapan


Apabila mata terjaga

Hilanglah semua dahaga


Apabila mulut terkunci rapat

Hilanglah semua bentuk maksiat


Apabila tangan tidak terikat rapat

Hilanglah semua akal sehat


Jika hendak mencapai cita-cita

Bekerjalah lebih dari rata-rata


Jika hendak hidup bahagia

Jangan pernah melakukan perbuatan sia-sia


Barang siapa tidak takut tuhan

Hidupnya tidak akan bertahan

 

Apabila dengki sudah merasuki hati

Tak akan pernah hilang hingga nanti


Apabila hidup selalu berbuat baik

Tanpa dirinya berhati cantik


 

Contoh telaah gurindam.

 

Apabila kelakuan baik berbudi

Hidup menjadi indah tak akan merugi

 

“Struktur penyajian gurindam dua larik merupakan isi yang berhubungan. Larik 1 merupakan syarat terjadinya keadaan pada larik 2. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, gurindam tersebut menggunakan kalimat dengan pola hubungan syarat (larik 1 “apabila kelakuan...”) dan pada larik 2 kondisi/keadaan jika syarat dilakukan.”

 

3.  Menelaah Struktur dan Aspek Kebahasaan pada Syair

Contoh  syair

 

Perteguh jua alat perahumu

Hasilkan bekal air dan kayu

Dayung pengayuh taruh di situ

Supaya laju perahumu itu

 

Wahai muda, kenali dirimu

Ialah perahu tamsil hidupmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat jua kekal hidupmu

 

Hai muda arif budiman

Hasilkan kemudi dengan pedoman

Alat perahumu jua kerjakan

Itulah jalan membetuli insan

 

Contoh telaah

Hai muda arif budiman

Hasilkan kemudi dengan pedoman

Alat perahumu jua kerjakan

Itulah jalan membetuli insan

 

“Struktur penyajian syair satu bait terdiri atas 4 larik. Pola rima sama (a-a-a-a). Keempat larik syair merupakan isi dan terkait dengan bait-bait yang lain. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan syair tersebut larik 1 menggunakan kalimat untuk menyapa (menggunakan kata seru Hai) larik 2 dan 3 merupakan kalimat perintah kepada generasi muda yang disapa pada larik 1. Larik 4 pada kutipan syair tersebut merupakan akibat yang akan ditemui jika melakukan apa yang diperintahkan pada larik 2 dan 3. Pilihan kata yang digunakan pada syair tersebut merupakan kata bersifat simbolik dan ungkapan lama. Pilihan kata sangat indah dengan makna yang mendalam.

 

4.  Kaidah Kebahasaan

a.  Kalimat Perintah

Kalimat yang berisi atau bermaksud memberi perintah atau suruhan. Contohnya:

Buanglah sampah pada tempatnya.

 

b.  Kalimat Saran

Kalimat yang berisi tentang saran kepada orang lain untuk kebaikan orang lain (sebaiknya, seyogyanya). Contohnya:

Sebaiknya kau pikir dahulu

Demi keputusan yang tepat

 

c.  Kalimat ajakan

Kalimat yang berisi ajakan kepada orang lain untuk melakukan suatu perbuatan (ayo dan mari). Contohnya:

Marilah kita jaga agar lestari.

 

d.  Kalimat Seru

Kalimat yang menggabungkan rasa hati, seperti kagum, heran, senang, sedih (alangkah, betapa, dan bukan main). Contohnya:

Alangkah indahnya alam Indonesia ini.

Wahai, pemuda Indonesia teruslah berjuang melestarikan budaya kita.

 

e.  Kalimat Larangan

Kalimat yang berisi larangan agar orang lain tidak melakukan kegiatan (jangan, hindari). Contohnya:

Janganlah berprasangka buruk kepada sesama

 

Kata Penghubung yang Sering Digunakan pada Puisi Rakyat

a.  Kata Penghubung Tujuan

Kata penghubung modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu acara atau tindakan (supaya, untuk, agar, dan guna).

b.  Kata  Penghubung Sebab (kausal)

Menjelaskan bahwa suatu peristiwa atau tindakan terjadi atas sebab tertentu (sebab, sebab itu, karena, dan oleh karena itu).

c.  Kata Penghubung Akibat

Konjungsi (kata hubung) yang menggambarkan suatu peristiwa atau tindakan terjadi atas sebab peristiwa lain. Konjungsi yang dipakai adalah sehingga, sampai, dan akibatnya.

d.  Kata Penghubung Syarat

Konjungsi syarat yang menjelaskan suatu hal bisa terpenuhi apabila syarat yang ada dipenuhi atau dijalankan. Contoh kata yang digunakan adalah jika, jikalau, apabila, asalkan, kalau, dan bilamana.

 

                        Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk

a.  Kalimat Tunggal

Kalimat yang memiliki satu subjek (S) dan satu predikat (P).

Contoh:

Pagi-pagi + saya + sarapan.                   Ket. Waktu+S+P.

b.  Kalimat Majemuk

Kalimat yang memiliki lebih dari satu subjek atau predikat. Kalimat majemuk terdiri dari penggabungan dua kalimat dasar atau lebih.

Contoh:

Ayah berangkat ke kantor dan Andi berangkat ke sekolah.

c.  Kalimat Majemuk Hubungan Syarat

Ditandai dengan: jika, seandainya, asalkan, apabila, andaikan.

Contoh:

Jika hidup bermalas-malasan, masa depan tak tentu arah.

d.  Kalimat Majemuk Hubungan Tujuan

Ditandai dengan: agar, supaya, biar.

Contoh:

Agar hidup tercapai tujuan, hendaklah pemuda rajin belajar.

e.  Kalimat Majemuk konsensip

Ditandai dengan: walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguh pun.

Contoh:

Walaupun belajar banyak godaan, tetaplah teguh mencapai harapan.

f.   Kalimat Majemuk Hubungan Penyebaban

Ditandai dengan: sebab, karena, oleh karena

Contoh:

Hari ini aku bersedih karena berpisah dengan sahabat.

g.  Kalimat Majemuk Hubungan Perbandingan

Ditandai dengan: ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, lebih baik.

Contoh:

Belajar di waktu kecil seperti melukis di atas batu

h.  Kalimat Majemuk Hubungan Akibat

Ditandai dengan: sehingga, sampai-sampai, maka

Contoh:

Dian belajar begitu keras sehingga dapat memenangi olimpiade itu.

i.   Kalimat Majemuk Hubungan Cara

Contoh:

Dengan cara menjual koran, dia mendapatkan uang untuk hidup.

Dengan berpikir cermat generasi muda menggapai asa.

 

5.      Menulis Pantun dengan Berbagai Konteks

Langkah membuat pantun.

  1. Tentukan ide yang akan disampaikan
  2. Menata ide menjadi dua larik
  3. Memilik kosa kata yang di akhir dengan bunyi seperti dua larik
  4. Membuat larik sampiran dari benda/kondisi yang tidak berkaitan langsung dengan isi
  5. Menata kembali kalimat/larik dengan rima dari kosa kata yang berima sama
  6. Menata pantun secara logis

 

Langkah membuat syair dan gurindam hampir sama dengan langkah membuat pantun, hanya saja perlu disesuaikan dengan syarat gurindam dan syair seperti yang sudah dipelajari pada pembahasan sebelumnya.

 

Rubrik penilaian pentun yang dibuat.

Hal yang dinilai

4

3

2

1

  1. Tema berkaitan dengan hal-hal positif
  2. Tema sesuai dengan yang ditentukan
  3. Isi sampiran pantun tidak mencontoh yang pernah ada
  4. Pola pengembangan larik tidak mencontoh yang ada

 

 

 

 

Bagian sampiran pantun

  1. Rima silang pada larik 1 dan 2
  2. Isi kalimat dalam sampiran logis
  3. Struktur kalimat sesuai dengan kaidah
  4. Tidak berkaitan langsung dengan isi pantun

 

 

 

 

Bagian isi pantun

  1. Rima silang pada larik 3 dan 4
  2. Isi kalimat logis
  3. Struktur kalimat sesuai dengan kaidah
  4. Tidak berkaitan langsung dengan isi sampiran

 

 

 

 

 

Penskoran

4= jika terdapat semua unsur

3= jika terdapat 3 unsur

2= jika terdapat 2 unsur

1= jika terdapat 1 unsur

 Skor akhir


LATIHAN

Materi Pembelajaran               : Mewarisi Nilai Luhur dan Mengkreasikan Puisi Rakyat

Kelas                                       : VII

Hari/tanggal                            :

Nama Peserta Didik                :

 

Soal:

1.    Cari satu pantun kemudian telaah pantun tersebut berdasarkan struktur dan kebahasaannya!

 

 

 

 

 

 

 

 

2.      Cari satu syair kemudian telaah pantun tersebut berdasarkan struktur dan kebahasaannya!

 

 

 

 

 

 

                      

 

3. Cari satu gurindam kemudian telaah pantun tersebut berdasarkan struktur dan kebahasaannya!