Materi Pokok Mewarisi Nilai Luhur dan Mengkreasikan Puisi Rakyat KD 3.9 Bahasa Indonesia Kelas VII SMP

Materi Pokok Mewarisi Nilai Luhur dan Mengkreasikan Puisi Rakyat

KD 3.9 Bahasa Indonesia Kelas VII SMP

 


    1.      Memperkenalkan Puisi Rakyat

Puisi rakyat merupakan warisan budaya bangsa yang wajib dipelihara. Puisi rakyat berupa puisi, syair, dan gurindam. Pantun adalah salah satu jenis puisi lama warisan nenek moyang kita yang kaya muatan nilai moral, agama, dan budi pekerti. Melalui pantun inilah para leluhur kita mewarisi nilai-nilai luhur dengan cara yang menghibur, segar, dan indah.

Contoh pantun:

Air surut memungut bayam,

Sayur diisi ke dalam kantung;

Jangan diikuti tabiat ayam,

Bertelur sebiji riuh sekampung.

 

Contoh gurindam:

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai

Lihat pada ketika bercapur dengan orang ramai.

 

Cahari olehmu akan sahabat,

Yang boleh dijadikan obat.

 

Cahari olehmu akan guru,

Yang boleh tahukan tiap seteru.

 

Jika hendak mengenal orang berbangsa,

Lihat kepada budi dan bahasa.

 

Contoh syair:

Inilah gerangan suatu madah

Mengarang syair teralu indah

Membetuli jalan tempat berpindah

Di sanalah iktikat diperbetuli sudah

 

Wahai muda kenali dirimu

Ialah perahu tamsil hidupmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat jua kekal hidupmu.

2.      Ciri-ciri Puisi rakyat

a.      Gurindam

Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari negeri India. Istilah gurindam berasal dari bahasa India, yaitu Kirindam berarti “mula-mula” atau “perumpamaan”. Gurindam sarat nilai agama dan moral. Tak dipungkiri bahwa gurindam bagi orang dulu sangat penting dan dijadikan norma dalam kehidupan. Ciri-ciri gurindam adalah sebagai berikut.

  1. Terdiri atas dua  baris dalam satu bait
  2. Tiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10-14 kata
  3. Tiap baris memiliki  rima sama atau bersajak A-A, B-B, C-C, dan seterusnya
  4. Merupakan satu kesatuan yang utuh
  5. baris  pertama berisi soal, masalah, atau perjanjian
  6. baris kedua berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama. (isi atau maksud gurindam terdapat pada baris kedua)
  7. isi gurindam biasanya berupa nasihat, filosofi hidup atau kata-kata mutiara.

b.      Pantun

Pantun adalah puisi Melayu yang mengakar dan membudaya dalam masyarakat. Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di Nusantara, tonton (bahasa Tagalog), tuntun (bahasa Jawa), pantun (bahasa Toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan. Pantun tersebut hampir di seluruh Indonesia. Fungsi pantun di semua daerah (Melayu, Sunda, Jawa, atau daerah lainnya) sama, yaitu untuk mendidik sambil menghibur. Melalui pantun kita menghibur orang dengan permainan bunyi bahasa, menyindir (menegur bahwa sesuatu itu kurang  baik)  secara tidak langsung, atau memberi nasihat. Ini bukan berarti tidak tegas kalau hendak mengatakan sesuatu, tetapi dapat dikatakan bahwa terdapat gaya sendiri dalam mengungkapkan sesuatu. Melalui pantun leluhur kita terkesan lebih santun untuk menegur atau menasihati orang secara tidak langsung agar  tidak merasa malu atau dipojokkan.

Ciri-ciri pantun:

  1. Tiap bait terdiri atas empat baris (larik)
  2. Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata
  3. Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b, a-a-a-a, dan lainnya
  4. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
  5. Baris ketiga dan keempat merupakan isi

c.       Syair

Syair adalah salah satu puisi lama. Syair berasal dari Persia dan dibawa masuk ke Nusantara bersama dengan masuknya Isam ke Indonesia. Kata atau istilah syair berasal dari bahasa arab yaitu syi’ir atau syu’ur yang berarti “peraaan yang menyadari”, kemudian kata syu’ur berkembang menjadi syi’ru yang berarti puisi dalam pengetahuan umum.

Dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradissi sastra syair negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fanzuri dengan karyanya, antara lain: Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair dagang, dan Syair Sidang Fakir.

Ciri-ciri syair antara lain:

  1. Setiap bait terdiri dari empat baris
  2. Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata
  3. Bersajak a-a-a-a
  4. Semua baris adalah isi
  5. Bahasa yang digunakan biasanya berupa kiasan

 

3.  Menyimpulkan Isi Puisi Rakyat

Pantun

Peran pantun

Pantun umumnya terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan). Tiap larik terdiri atas 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b atau a-a-a-a. Ada ahli yang memperbolehkan pantun dengan pola a-a-b-b atau a-b-b-a, juga ada ahli yang tidak memperbolehkannya. Tapi, pola saja a-a-a-a dan a-b-a-b merupakan aturan dasar sajak pada pantun. Pantun mulanya sastra lisan, tapi sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Ciri lain dari sebuah pantun adalah pantun tidak memberi nama penggubahnya (nama penulisnya).

Pantun dapat berfungsi sebagai alat pemelihara bahasa, karena pantun dibuat dengan bahasa yang teratur dan sopan, tidak seperti bahasa yang sering digunakan dalam berbicara sehari-hari. Pantun melatih seseorang berpikir tentang makna kata sebelum berucap atau berbicara.

Struktur pantun

Pantun memiliki struktur yang terdiri atas sampiran dan isi. Sampiran berfungsi menyiapkan rima dan irama yang dapat membantu pendengar memahami isi pantun. Pada umumnya sampiran tidak memiliki hubungan dengan isi, tetapi kadang sampiran dapat memberi bayangan atau ada hubungan terhadap isi pantun. Isi merupakan bagian inti pantun yang berisi maksud atau pikiran pembuat pantun.

 

Perhatikan cara memahami pantun berikut!

Apa guna orang bertenun,} sampiran baris 1

Untuk membuat pakaian adat, } sampiran baris 2

Apa guna orang berpantun, } isi baris 1

Untuk memberi petuah amanat, } isi baris 2

 

Pada pantun tersebut, akhiran suku katanya menunjukkan rima atau sajak a-b-a-b. Ditandai dengan suku kata un-at-un-at. Tidak hanya pada akhiran suku kata, pada awalan suku katanya juga terdapat rima atau sajak, yakni apa-un-apa-un.

 

Syair

Perhatikan cara memahami syair berikut ini!

Syair Abdul Muluk

Syair Perang Mengkasar

Berhentilah kisah raja Hindutan

Tersebutlah pula suatu perkataan

Abdul Hamid Syah paduka sultan

Duduklah baginda bersuka-sukaan

Sudahkah kalah negeri Mengkasar

Dengan Kudrat Tuhan Madik al-Jabbar

Patik karangkan di dalam fatar

Kepada negeri yang lain supaya terkabar

Abdul Malik Aputera baginda

Besarlah sudah bangsawan muda

Cantik menjelis usulnya syahda

Tiga belas tahun umurnya ada

Memohonkan ampun patik tuanku

kehendak Allah telah berlalu

kepada syarak tidak berlaku

Bugis Buton Ternate hantu

Parasnya elok amat sempurna

Petah menjelis bijak lakana

Memberi hati bimbang gulana

Kasih kepadanya mulia dan hina

Lima tahun lamanya perang

Sedikit pun tidak hatinya bimbang

Sukacita hati segala hulubalang

Melihat musuh hendak berperang

Akan rahmah puteri bangsawan

Parasnya elok sukar dilawan

Sedap manis barang kelakuan

Sepuluh tahun umurnya tuan

Mengkasar sedikir tidak gentar

Ia berperang dengan si kuffar

Jikala tidak rakyatnya lapar

Tambahi lagi Welanda kuffar

 

            Syair Abdul Muluk

  1. Isi Syair Abdul Muluk adalah bercerita tentang seorang wanita yang menyamar sebagai pria untuk membebaskan suaminya dari Sultan Hindustan
  2. Tema: “Syair Abdul Muluk” adalah kisah putra raja yang bijak
  3. Pesan atau amanat hendaklah kita menjadi orang yang bijak dan baik budi agar dicintai sesama


Syair Perang Mengkasar

  1. Syair Perang Mengkasar berisi tentang perang antara orang-orang Makasar dengan belanda
  2. Syair Perang Mengkasar bertema sejarah
  3. Amanat: semangat perjuangan membela tanah air harus tetap dikorbankan

 

Gurindam

Perhatikan cara memahami gurindam dua belas pasal yang kesebelas berikut!

No

Isi Gurindam

 

1

Hendaklah berjasa, kepada yang sebangsa

Manusia harus bisa bermanfaat kepada sesama

2

Hendaklah jadi kepala, buang perangai yang cela

Seorang pemimpin harus harus berakhlak yang mulia

3

Hendaklah memegang amanat, buanglah khianat

Seseorang harus memegang amanat dan menjauh khianat

4

Hendak marah dahulukan hajat

Marah itu adalah sesuatu yang tidak baik dan dianjurkan untuk melaksanakan hajat

5

Hendak dimulai jangan melalui

Segala sesuatu perlu awal untuk dimulai

6

Hendak ramai, muliakan perangai

Menjadi pemimpin harus memperbaiki perangai (tingkah laku/akhlak)

7

Isi secara umum gurindam 12 pasal kesebelas: nasihat kepada para pemimpin agar menghindari tindakan yang tercela, berusaha melaksanakan amanat anak buah dalam tugasnya, serta tidak berkhianat


LATIHAN

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 

Materi Pembelajaran               : Berkorespondensi dengan Surat Pribadi dan Surat Dinas

Kelas                                       : VII

Hari/tanggal                            :

Nama Peserta Didik                :

 

1.      Jelaskan pengertian pantun, syair, dan gurindam berdasarkan bahasa kamu sendiri.

Pantun

Syair

Gurindam

 

 

 

 

 

 

 

 

2.      Carilah contoh pantun, syair, dan gurindam dan tentukan rima/sajak masing-masing.

Pantun

Syair

Gurindam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.      Tentukan persamaan pada pantun, syair, dan gurindam yang didapat.

Pantun

Syair

Gurindam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.      Tentukan perbedaan pada pantun, syair, dan gurindam yang didapat.

Pantun

Syair

Gurindam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.      Tentukan ciri-ciri pembeda berdasarkan pantun, syair, dan gurindam yang didapat.

Pantun

Syair

Gurindam