Materi Pokok Belajar Mendeskripsikan
KD 3.1 Bahasa Indonesia Kelas VII SMP
Pernahkah kamu mendengar atau membaca teks deskripsi? Tentu kamu pernah melihat acara jalan-jalan dari sebuah televisi yang menayangkan keindahan pariwisata Indonesia dengan pemaparan yang menarik. Atau pernahkah kamu membaca info perjalanan yang mendeskripsikan keindahan wisata Indonesia? Ya, itulah beberapa contoh teks deskripsi. Teks deskripsi dapat ditemukan di buku yang berisi informasi perjalanan, dalam film atau cerpen, majalah perjalanan, dan program televisi tentang jalan-jalan.
Pada kegiatan ini gurumu akan memandu agar kamu aktif menemukan ciri umum dan pemetaan isi teks deskripsi. Ikuti rangkaian kegiatan berikut dengan penuh gairah! Selamat belajar menjadi pendeskripsi andal.
Bacalah teks berikut.
Teks 1
|
Parangtritis nan
Indah Salah
satu andalan wisata Kota Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis. Tepatnya
Pantai Parangtritis berada di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa
Yogyakarta. Pantai ini terletak sekitar 27 km arah selatan Yokyakarta. Pemandangan Pantai Parangtritis
sangat memesona. Di sebelah kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi, di
sebelah kanan, kita bisa melihat batu karang
besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Pantai bersih dengan buih-buih putih
bergradasi abu-abu dan kombinasi hijau sungguh elok. Kemolekan pantai serasa sempurna di sore hari. Di sore hari,
kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan saat
sangat istimewa. Lukisan alam yang sungguh memesona.
Semburat warna merah keemasan di langit dengan kemilau air pantai yang
tertimpa matahari sore menjadi pemandangan yang memukau. Rasa hangat berbaur
dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh. Seakan
tersihir kita menyaksikan secara perlahan matahari seolah-olah masuk ke dalam
hamparan air laut. Banyaknya wisatawan
yang selalu mengunjungi
Pantai Parangtritis ini membuat pantai ini tidak pernah sepi
dari pengunjung. Di pantai Parangtritis ini kita bisa menyaksikan kerumunan
anak-anak bermain pasir. Tua muda menikmati embusan segar angin
laut. Kita juga bisa naik kuda ataupun angkutan
sejenis andong yang bisa membawa kita ke area karang laut yang sungguh sangat indah.
|
Teks 2
|
Ayahku, Panutanku Ayahku bernama
Abu Salman. Ayah berpostur sedang, berumur sekitar 54 tahun. Rambutnya putih
beruban. Di dagunya
terdapat bekas cukur
jenggot putih di dagunya. Kulit ayahku
kuning langsat. Wajah ayah tipikal
Batak dengan rahang yang kuat dan
hidung mancung tapi agak besar. Matanya hitam tajam
dengan alis tebal.
Sepintas ayahku seperti
orang India. Meskipun kelihatannya mengerikan, ayahku orang yang sabar. Wajahnya
teduh dan selalu tersenyum menghadapi masalah apa pun. Ya, ayahku adalah orang yang paling
sabar yang pernah
aku kenal. Tidak
pernah terlihat marah-marah
atau membentak. Beliau selalu menunjukkan
perasaanya lewat gerakan bermakna di wajahnya. Jika melihat anaknya
membandel, ayah hanya menggeleng sambil berkata lirih untuk membujuknya. Tidak seperti orang
Batak yang logatnya agak keras, ayahku
sangat pendiam. Beliau yang irit kata,
lebih suka memberi
contoh langsung kepada
anaknya tanpa perlu menggurui. Bagai air yang mengalir tenang, tetapi
sangat dalam. Beliau adalah teladan bagi anak-anaknya. |
Teks 3
|
Ibu, Inspirasiku Ibuku bernama Wulandari. Mukanya selalu bersinar seperti bulan. Cocok sekali dengan namanya yang berarti bulan bersinar. Mukanya bulat dengan alis tipis seperti semut beriring. Kulit ibuku sawo matang, khas wanita Jawa. Beliau tidaklah tinggi, tidak pula pendek. Rambutnya hitam bergelombang. Sampai usia 56 tahun kulihat rambutnya masih legam tanpa semir. Pandangan matanya yang kuat kini sudah mulai sayu termakan usia. Namun mata hatinya tetap kuat bagaikan baja. Ibu
adalah wanita yang sangat baik. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada
siapa saja. Dia sangat suka membantu orang lain, terutama yang sedang dalam
kesusahan. Profesinya sebagai guru semakin mengokohkan prinsipnya untuk
selalu mengajarkan kebaikan kepada sesama. Meskipun
sudah berumur, ibuku masih menuntut ilmu. Ibuku melanjutkan ke jenjang S-2. Padahal
harusnya dia sudah tidak disibukkan oleh tugas kuliah. Tetapi, sepertinya ibuku sangat
menikmati sekolahnya. Sambil bernyanyi kecil dia mengerjakan tugas kuliahnya.
Belajar terus sepanjang hayat, itulah semboyannya. |
|
Kotak Info
Apa ciri
teks deskripsi dari
segi tujuan dan
objek yang dideskripsikan?
Ciri Tujuan • Tujuan teks deskripsi menggambarkan objek dengan
cara memerinci objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut
pandang penulis Teks deskripsi bertujuan menggambarkan/ melukiskan secara rinci dan penggambaran sekonkret mungkin suatu objek/
suasana/ perasaan sehingga pembaca
seakan-akan melihat, mendengar, mengalami
apa yang dideskripsikan. Ciri Objek yang dideskripsikan • Objek yang dibicarakan pada teks deskripsi bersifat khusus (objek
tertentu yang kemungkinan berbeda dengan objek
lain). Objek yang dideskripsikan bersifat pendapat
personal. Ciri ini tergambar pada judul
berisi objek pada konteks tertentu (Si Bagas Kucingku, Ibuku Kebanggaanku).
Hal yang dibicarakan khusus kucing bernama
Bagas yang kemungkinan memiliki sifat berbeda dengan
kucing-kucing yang lain. Demikian juga Ibu yang
dideskripsikan memiliki tanggapan khusus sesuai dengan pendapat penulis tentang ibu
yang bisa jadi
berbeda dengan ibu pada
umumnya)
Ciri Isi • Isi teks
deskripsi diperinci menjadi perincian bagian-bagian objek • Isi teks deskripsi menggambarkan secara konkret (menggambarkan wisata yang indah akan dikonkretkan indahnya seperti apa, menggambarkan ibu yang
baik akan dikonkretkan baiknya seperti apa). Dengan demikian, teks deskripsi
banyak menggunakan kata khusus (warna
dikhususkan pada kata
hijau, biru toska, oranye) • Isi teks deskripsi bersifat personal dengan kandungan emosi sehingga menggunakan kata-kata dengan
emosi kuat (ombak
menggempur, kemolekan pantai, ibuku yang tangguh) |
Mengidentifikasi Jenis Teks Deskripsi
Ditinjau
dari bentuknya teks deskripsi dibedakan menjadi dua kategori yaitu teks
deskripsi berdiri sendiri sebagai teks dan teks deskripsi yang menjadi bagian
teks lain (cerpen, novel, lagu, iklan, dll).
Ciri Teks Deskripsi dari Segi Penggunaan Bahasa
- Menggunakan kata-kata khusus untuk mengkonkretkan ( warna dirinci merah, kuning, hijau)
- Menggunakan kalimat rincian untuk mengongkretkan (Ibuku orang yang sangat baik. Dia berusaha menolong semua orang. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja.
- Menggunakan kata sinonim dengan emosi kuat (indah diungkapkan dengan sinonim yang lebih memiliki emosi kuat yaitu elok, permai, molek, mengagumkan, memukau, menakjubkan)
- Menggunakan majas untuk melukiskan secara konkret (pasir pantai lembut seperti bedak bayi, hamparan laut biru toska seperti permadani indah yang terbentang luas, angin pantai dengan lembut mengelus wajah kita)
- Menggunakan kalimat rincian (Terumbu karang berwarna-warni. Ada terumbu karang oranye, abu-abu, hijau muda)
- Menggunakan bahasa sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dideskripsikan
Teks deskripsi yang memunculkan kata ganti orang
(Kucingku, Ibuku, memasuki wisata ini Anda akan disambut)
Menentukan Isi Teks Deskripsi
1. Menentukan Perincian Informasi pada Teks Deskripsi
Bacalah teks
berikut dan pahami isinya!
Teks 1
|
Pesona
Pantai Senggigi
Pantai Senggigi merupakan salah satu wisata andalan di
Nusa Tenggara Barat. Pantai Senggigi sangat indah. Pantai Senggigi terletak
di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara
Barat. Pantai Senggigi merupakan pantai dengan garis pantai terpanjang.
Pemandangan bawah laut Senggigi juga menakjubkan. Pura Bolong menjadi
pelengkap wisata di Pantai Senggigi. Memasuki bibir Pantai Senggigi kita akan disambut angin
pantai yang lembut dan udara yang segar. Angin lembut terasa mengelus kulit.
Garis pantai Senggigi yang panjang dengan gradasi warna pasir putih dan hitam
membuat keindahan pantai ini semakin menarik. Ombak yang tenang di pantai ini membuat rasa tenteram
semakin lengkap. Dari kejauhan tampak hamparan permadani biru toska berpadu
dengan hiasan buih-buih putih bersih. Sungguh elok pemandangan pantai ini.
Bukit-bukit tangguh nampak menjadi latar bagian pantai. Pantai Senggigi
dengan pesonanya benar-benar seperti lukisan di kanvas alam yang luas
terbentang. Pemandangan bawah laut Senggigi juga tidak kalah
memesona. Terumbu karang yang masih terawat menyuguhkan pemandangan alam
bawah laut yang memukau. Terumbu karang nampak berwarna-warni sangat indah.
Ikan beraneka warna menambah keindahan bawah laut Senggigi. Dengan snorkeling
maupun menyelam anda dapat menyaksikan pemandangan bawah laut yang
mengagumkan. Anda akan menyaksikan betapa mempesonanya taman bawah lautnya.
Air laut yang jernih serta banyak terumbu karang terawat dengan ikan-ikan
beraneka ragam menambah keindahan taman laut di Senggigi. Selain pemandangan bawah laut, terdapat juga
pemandangan indah di Pura Batu Bolong. Pada arah selatan bibir pantai
Senggigi, terdapat pura kecil yang bernama Batu Bolong.Sesuai dengan namanya,
pura ini berdiri kokoh di atas batu karang yang memiliki lubang di tengahnya.
Sungguh sebuah keagungan pura di tengah keindahan Senggigi. Berkunjung ke
pura ini, Anda langsung disambut buih-buih ombak yang tenang dan bersahabat.
Seketika kedamaian dan kenyamanan seperti merangkul saat berada di area
sekitar Pura Batu Bolong. Memasuki pura yang berhadapan langsung dengan Selat
Lombok dan Gunung Agung Bali ini, Anda harus berjalan menuruni anak tangga.
Pura pertama yang dijumpai berdiri di bawah pohon rindang. Sementara, pura
kedua berdiri kokoh di atas karang yang menjulang setinggi sekitar 4 meter
dan memiliki lubang di bawahnya. Jika berkunjung saat cuaca sedang cerah,
Anda dapat melihat pemandangan Gunung Agung Bali yang menjulang tinggi. Pada
waktu-waktu tertentu, Anda juga bisa melihat para pemancing tradisional
sedang mencari ikan dengan cara menceburkan diri ke dalam laut. Selain itu,
melewati senja sambil memandang matahari terbenam di pura ini juga menjadi
saat-saat paling menyenangkan. Keindahan semburat merah sang mentari menjadi
pemandangan yang sangat menakjubkan. Wisata pantai Senggigi menawarkan sejuta keindahan dan
kenyamanan. Sungguh pemandangan yang menakjubkan.
|
Teks 2
|
Gebyar
Pementasan Tari Kolosal Ariah
Drama
tari kolosal “Ariah” dipentaskan di area Monas. Pementasan tari kolosal ini
dalam rangka hari jadi Kota Jakarta ke- 386. Drama musikal “Ariah” diambil
dari cerita Betawi. “Ariah” menceritakan pejuang perempuan muda Betawi yang
penuh semangat dan mempunyai martabat. Atilah Soeryadjaya memprakarsai dan
menjadi sutradara cerita rakyat Betawi ini. Selain itu, seniman serba bisa
itu juga menulis naskah dan sekaligus menulis lirik lagu pementasannya. Dari
awal sampai akhir, pementasan ini sangat memukau. Pertunjukan
dimulai pada pukul 20.00. Pertunjukan dibuka
dengan nyala api yang berkobar
di depan tugu Monas. Di bagian barat kembang api meluncur deras ke langit
Jakarta diiringi alunan musik mengentak keras. Penonton bersorak-sorai kaget
sekaligus terpesona. Tata lampu yang didukung cuaca cerah malam itu semakin
menambah kedahsyatan suasana pembukaan. Pertunjukan awal melibatkan Monas
sebagai latar. Monas nampak gagah dan menawan karena berkali-kali disoroti
gambar- gambar indah sebagai latar cerita. Setelah
sukses memukau penonton pada acara pembukaan, penonton disuguhi kemunculan
200 penari yang menjadi inti drama Ariah. Para penari berlenggak-lenggok di
atas tiga level panggung miring dengan sudut 15 derajat. Kostum warna-warni
tradisional Betawi nampak semarak dibalut sinar lampu yang dramatis. Erwin
Gutawa mengaransemen lagu- lagu Betawi dengan syahdu. Musik menggetarkan
suasana. Adegan
puncak benar-benar mengaduk-aduk emosi penonton. Beragam suasana hati semakin
dirasakan penonton. Nuansa keceriaan permainan anak-anak wak wak gung disusul
suasana romantis Juki dan Ariah. Adegan berganti dengan suasana seru latihan
silat antara Ariah dan Juki. Pergantian suasana berlangsung sangat cepat.
Puncak ketegangan semakin terasa pada saat para penari laki-laki membawa
replika obor yang menggambarkan suasana perlawanan para petani terhadap
pemerintah kolonial. Suasana tanam paksa diiringi dan kekejaman para tuan
tanah yang merugikan bagai lintah darat divisualisasikan dengan penuh
penjiwaan. Pementasan ditutup dengan peristiwa tragis. Irama yang menyayat menutup pertunjukan atas tragedi yang menimpa Ariah. Cahaya lampu meredup. Angin malam berembus cukup dingin seakan ikut merasakan kedukaan Ariah. Pentas drama tari musikal kolosal Ariah ini sangat megah dan fantastik. Pagelaran karya seni yang berbasis budaya lokal Betawi ini berhasil menyuguhkan pertunjukan yang spektakuler. Tepuk tangan gemuruh mengiringi akhir pementasan. |