Materi Pokok Belajar Mendeskripsikan KD 3.2 Bahasa Indonesia Kelas VII SMP


 Materi Pokok Belajar Mendeskripsikan 

KD 3.2Bahasa Indonesia Kelas VII SMP



Lampiran 1 Materi

Mencermati Struktur Teks Deskripsi

Cermati tabel struktur teks deskripsi berikut!

Rumah Tongkonan

nama objek, lokasi, gambaran umum objek

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan  salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adatnya yang unik dan cantik ini. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.

identifikasi

memerinci bahan kayu, ukiran rumah, hiasan atap rumah

Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada sekujur badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan plitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

deskripsi bagian

 

kesan umum

Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai artistik yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga.

 

penutup

Kalimat

Kalimat perincian untuk menjelaskan

Ibuku orang yang sangat baik

Dia berusaha menolong semua orang. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja.

Koral di laut Karimun Jawa beraneka bentuk dan warna sehingga membentuk pemandangan yang begitu indah.

Rangkaian koral di laut Karimun Jawa berbagai bentuk dan beraneka warna. Ada koral berbentuk bunga berwarna krem dan merah muda, di tengahnya ada bintik-bintik menyerupai benang sari.

Begitu elok koral-koral itu. Di sisi lain ada karang dengan bentuk tumbuhan kaktus yang bergerigi, bercorak biru dan hijau. Keindahan koral lebih lengkap

 

dengan ikan-ikan kecil berwarna oranye di atasnya. Luar biasa indah seperti lukisan dengan warna yang kontras.

Tak ketinggalan koral berbentuk jamur kuping dengan warna cokelat dan krem sungguh mirip jamur sesungguhnya.

Seolah-olah kita melihat

Seolah mendengar

Seolah merasakan

pantai panjang dengan pasir putih

debur ombak pantai terdengar berirama

udara sangat terasa segar.

air jernih dengan buih-buih kecil

 

 

bukit hijau menjadi latar pantai

 

 

Kalimat

Telaah penulisan kata

Ugi Agustono memprakarsai cinta Indonesia dengan cara menuliskan keindahannya.

(meN- + prakarsai) Fonem p tidak luluh karena setelah awalan meN- diikuti oleh kata dasar yang diawali dengan pr yang merupakan kluster

Pantai Karimun Jawa sungguh

memesona.

(meN- + pesona) – huruf p luluh menjadi m karena setelah awalan meN- diikuti oleh kata dasar yang diawali dengan huruf p.

Kata

Pembentukan

Kalimat pada Teks

memesona

meN- dan pesona

 

memukau

meN- dan pukau

 

 

 

 

Kata

Sinonim

Kalimat pada Teks

indah

elok, permai, molek

 

mengherankan

mengagumkan, memukau, fantastis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kata Depan

Kalimat

di

Drama tari kolosal Ariah dipentaskan di area Monas.

dari

 

pada

 

ke

 

Kata Umum

Kata Khusus

indah

elok, molek, cantik, menawan, menakjubkan, memesona, manis

melihat

menonton, menyaksikan, memandang, mengamati, dan memerhatikan.

hewan peliharaan

kucing, anjing, kelinci, marmut, hamster, ikan, burung

memegang/ mengenai

mengelus, menyentuh,

memukul

menghantam, menampar, mencubit,

menyedihkan

menyayat, mengharukan, memprihatinkan

mendatangi

mampir, singgah, berkunjung

menetap

bersarang, tinggal, menghuni

menegur

menyapa, menegur

makan

memangsa

 

memukau, keren, dahsyat,

Tempat

Arah

di Lombok, di Toraja

di bagian barat rumah Tangkonan

 

 

 

 

 

 

 

 

Teks

Kalimat bermajas

1

Angin laut mengelus wajah.

2

 

3

 

Kata

Kalimat

indah elok, permai, molek

pantai indah nan permai

mengagumkan, memesona, menakjubkan, memukau

 

jernih, bersih

 

 

 

Kotak Info

Penggunaan Huruf Kapital, Tanda Koma, Tanda Titik pada Teks

 

Tanda koma (,) dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu peperincian atau pembilangan.

Contoh

Pantai Senggigi berada di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

Tanda koma dipakai di belakang kata penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat (jadi, dengan demikian)

 

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya ukiran Jepara, sarung Makasar

 

Huruf pertama unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi (Selat Lombok, Teluk Benggala, Jalan Gajah Mada)

 

Penggunaan Kata Depan di dan Awalan di-

Kata depan di berfungsi sebagai kata depan jika diikuti dengan kata keterangan tempat, arah, posisi/ letak. Sebagai kata depan di ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya (di pantai, di belakang, di atas, di bagian barat, di samping). Sebagai awalan di ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Dalam hal ini di berfungsi sebagai imbuhan pada kata kerja pasif.

 

Penulisan Kata Berawalan meN- yang Dirangkai dengan Kata yang Diawali dengan Huruf k, p, t, s

 

·        Fonem k, p, t, s luluh jika setelah awalan meN- diikuti oleh kata dasar yang berawal dengan huruf k, p, t, s (misal: memengaruhi (meN- + pengaruh), memesona (meN- + pesona), mengarantina (meN- + karantina), dan sebagainya)

·        Fonem k, p, t, s TIDAK luluh jika setelah awalan meN- diikuti oleh kata dasar yang diawali dengan kluster/ konsonan rangkap (misal: memprakarsai, mengkriminalkan, mengklasifikasi,)

·        Fonem k, p, t, s TIDAK luluh jika setelah awalan meN- diikuti oleh kata berimbuhanyangberawaldenganhurufk, p, t, s (misal: mempertaruhkan, memperluas)

Carilah data sebanyak-banyaknya penggunaan awalan meN- yang diikuti kata dasar dengan huruf awal (k,p,t,s)! Telaahlah apakah penggunaannya sesuai kaidah penulisan kata dalam bahasa Indonesia!

 

Identifikasi/ gambaran umum

Berisi nama objek yang dideskripsikan, lokasi, sejarah lahirnya, makna nama, pernyataan umum tentang objek.

 

Deskripsi bagian

Berisi perincian bagian objek tetapi diperinci berdasarkan tanggapan subjektif penulis. Perincian dapat berisi apa yang dilihat (bagian-bagiannya, komposisi warna, seperti apa objek yang dilihat menurut kesan penulis). Perincian juga dapat berisi perincian apa yang didengar (mendengar suara apa saja, seperti apa suara-suara itu/penulis membandingkan dengan apa). Perincian juga dapat berisi apa yang dirasakan penulis dengan mengamati objek.

Jenis Pengembangan Deskripsi Bagian

Deskripsi bagian berdasarkan ruang

Berisi perincian bagian-bagian ruang objek yang dideskripsikan. Misalnya, penulis mendeskripsikan bagian pintu masuk, bagian tengah, bagian belakang). Perincian ruang juga dapat menyebut nama ruang- ruang dan ciri-cirinya.

Deskripsi bagian berdasarkan anggota bagian- bagian objek

Berisi perincian bagian-bagian yang dideskripsikan (pantai digambarkan bawah lautnya, bibir pantai, ombak dan pasirnya, pemandangan tumbuhan dan hewan pantai).

Deskripsi bagian berdasarkan proses sesuatu berlangsung.

Berisi perincian bagian awal, mulai meningkat, puncak (inti), penutup. Misalnya, penulis mendeskripsikan awal pementasan, puncak adegan, mulai meluruh, dan penutup.

Deskripsi bagian berupa pemfokusan

Berisi bagian yang paling disukai dari bagian yang dideskripsikan. Contoh: Bagian yang paling saya sukai dari perpustakaan ini adalah ruangbacanya. Desain unik dengan cat cerah memberikan kenyamanan yang luar biasa pada pengunjung.

2.     Menelaah Penggunaan Bahasa pada Teks Deskripsi

a.     Penggunaan Kalimat Perincian untuk Mengonkretkan

Cermati kata benda dan kata yang mengikuti kata benda (yang menjelaskan) pada teks 1 dan teks 2. Lakukan seperti contoh!

 

b.     Penggunaan Kalimat yang Menggunakan Cerapan Pancaindra

Teks deskripsi berisi kalimat yang seolah-olah dapat dilihat, didengar, dan dirasakan. Daftarlah kata/yang membuat pembaca seolah-seolah melihat, mendengar, atau merasakan!

 

 

c.      Penggunaan Kata dengan Kata Dasar (k, p, t, s)

Penulisan Kata Berimbuhan pada Teks Deskripsi

Amati contoh pada tabel berikut!

Carilah data sebanyak-banyaknya penggunaan awalan meN- yang diikuti kata dasar dengan huruf awal (k,p,t,s)! Buatlah komentar penggunaan awalan meN- jika dirangkai dengan kata yang dimulai dengan huruf k,  p, t, s! Telaahlah apakah penggunaannya sesuai dengan kaidah penulisan kata dalam bahasa Indonesia!

 

Daftarlah kata berimbuhan dengan awalan meN- yang diikuti kata dasar dimulai bunyi k, p, t, dan s pada teks 1 dan 2!

 

Simpulkan prinsip penggunaan kata imbuhan meN- yang diikuti dengan kata dasar dimulai bunyi k, p, t, s!

d.     Penggunaan Sinonim pada Teks Deskripsi

Tulislah kalimat pada teks deskripsi yang menggunakan kata bersinonim berikut!

Lakukan seperti contoh!

Simpulkan manfaat penggunaan sinonim pada teks deskripsi!

e.     Penggunaan Kata Depan pada Teks Deskripsi

Daftarlah penggunaan kata depan pada teks deskripsi 1 dan 2!

Simpulkan prinsip penggunaan kata depan pada teks deskripsi!

 

f.      Penggunaan Kata Khusus

Bacalah paparan berikut!

Kata umum adalah kata yang luas ruang lingkupnya dan dapat mencakup banyak hal. Kata kata yang termasuk dalam kata umum disebut dengan hipernim. Kata khusus adalah kata yang ruang lingkup dan cakupan maknanya lebih sempit. Kata kata yang termasuk dalam kata umum disebut dengan hipernim. Kata umum dan kata khusus sebenarnya sinonim tetapi dengan makna yang lebih khusus.

Kata khusus merupakan sinonim kata umum tetapi dengan tambahan makna atau lebih formal. Misalnya, kata keren dan dahsyat sinonim kata menarik tetapi ragam tidak formal.

g.     Penggunaan Kata depan di- dan Huruf Kapital

Daftarlah kata depan dan huruf kapital pada teks deskripsi yang disajikan!

Simpulkan prinsip penggunaan kata depan di- dan huruf kapital dari daftar yang kamu temukan!

h.     Mendaftar Kalimat Bermajas

Daftarlah kalimat yang menunjukkan penggunaan majas (asosiasi menggunakan kata seperti dan memberi sifat manusia pada benda/ personifikasi)

Simpulkan apa itu majas? Simpulkan ciri kalimat bermajas yang digunakan pada daftar yang kamu temukan!

i.       Penggunaan Pilihan Kata yang Bervariasi

Teks deskripsi menggunakan kosakata secara segar dengan variasi kata yang luas. Kamu akan berlatih mencari sinonim kata! Amati tabel berikut!